Cacar Monyet lebih Parah pada Anak, Waspadai Gejalanya!

21 June 2022

Kasus virus cacar monyet termasuk kejadian tidak biasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya ada 780 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di dunia per Minggu 5 Juni 2022 yang dilaporkan di luar negara endemik seperti Afrika Barat dan Tengah.WHO juga menyebut tingkat risiko kesehatan...

Kasus virus cacar monyet termasuk kejadian tidak biasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya ada 780 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di dunia per Minggu 5 Juni 2022 yang dilaporkan di luar negara endemik seperti Afrika Barat dan Tengah.

WHO juga menyebut tingkat risiko kesehatan global terkait cacar monyet masih dalam kategori sedang. Tapi dinilai sangat mungkin bahwa jumlah kasus lebih tinggi dari yang dilaporkan lantaran keterbatasan tes laboratorium. Selain Eropa dan Amerika Utara, negara Argentina, Australia, Maroko, dan Uni Emirat Arab ikut mencatat wabah cacar monyet, tetapi masing-masing baru mencatat satu kasus.

Sejauh ini, penyakit cacar monyet belum terdeteksi di Indonesia. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa langsung bernapas lega. Penyakit cacar monyet (monkeypox) memiliki dampak paling buruk jika menjangkiti anak-anak. Pada beberapa kasus, tingkat keparahannya lebih tinggi dibandingkan orang dewasa yang terkena cacar monyet. Untuk berjaga-jaga, ada baiknya mengenali cacar monyet lebih lengkap. Simak informasinya berikut ini.

Apa itu cacar monyet?

Monkeypox atau cacar monyet ini pertama kali ditemukan pada tahun 1958. Terjadi wabah yang mirip dengan yang terjadi di koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian. Itulah sebabnya diberi nama cacar monyet.

Penyebaran penyakit ini pada manusia baru terdeteksi pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. Sejak itu cacar monyet telah dilaporkan pada manusia di negara-negara Afrika tengah dan barat lainnya namun jarat tersebar di luar dari benua Afrika.

Tanda dan gejala cacar monyet

Masa inkubasi, yaitu masa dari terkena infeksi hingga timbulnya gejala cacar monyet, biasanya mulai 6 hingga 13 hari. Tetapi dapat pula berkisar dari 5 hingga 21 hari. Infeksi dapat dibagi menjadi dua periode:

A. Periode invasi (berlangsung antara 0–5 hari)

Pada masa ini orang yang terkena cacar monyet akan mengalami gejala:

• Demam di atas 38 derajat celcius

• Sakit kepala hebat

• Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening)

• Nyeri punggung

• Mialgia (nyeri otot)

• Asthenia yang hebat (kekurangan energi).

B. Periode erupsi kulit

Biasanya dimulai dalam 1-3 hari setelah munculnya demam. Gejala utama dalam fase ini adalah munculnya ruam kulit. Ruam pertama kali muncul di wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh, seperti telapak tangan, telapak kaki, selaput lendir mulut, alat kelamin, dan konjungtiva (selaput lendir tipis yang melapisi permukaan dalam kelopak mata dan permukaan anterior mata). Namun, wajah dan telapak tangan serta kaki adalah area yang paling terdampak ruam ini. Ruam yang terbentuk biasanya diawali dengan bintik-bintik hingga berubah menjadi vesikel atau lenting, yaitu lepuhan kulit yang berisi cairan, pusula (lepuhan yang berisi cairan kekuningan) dan kemudian mengering membentuk kerak (keropeng) di kulit.

Bagaimana Cacar Monyet Ditularkan ke Manusia?

Dikutip dari laman Kemenkes, penularan antar manusia melalui kontak dengan sekresi pernapasan, lesi kulit dari orang terinfeksi, atau benda yang terkontaminasi. Penularan juga terjadi melalui plasenta dari ibu ke janin atau kontak selama persalinan. Namun, penularan seksual masih belum jelas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.

Benarkah lebih parah pada anak?

Benar. Walau cacar monyet bisa sembuh dengan sendirinya, namun kasusnya bisa lebih parah bila terjadi pada anak-anak, bergantung pada status kesehatan pasien, tingkat keparahan komplikasi, dan tingkat paparan virus. Cacar monyet bisa menyebabkan kematian, namun hanya terjadi pada kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan. Kebanyakan kasus kematian akibat cacar monyet terjadi pada anak-anak.

Bagaimana Cara Mencegah Cacar Monyet?

Jangan khawatir karena cacar monyet ini bisa dicegah dengan beberapa cara, yakni:

1. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti sering mencuci tangan dengan air dan sabun atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alcohol termasuk ketika keluar dari rumah, saat akan bermain dengan si kecil, sebelum menyusui, dan sebelum berkegiatan apapun di mana terjadi kontak dengan si Kecil.

2. Menghindari kontak langsung dengan tikus atau hewan primata dan membatasi paparan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.

3. Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi, termasuk tempat tidur atau pakaian yang sudah dipakai penderita.

4. Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging dari hewan liar (bush meat).

5. Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit monkeypox agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu kurang dari 3 minggu setelah kepulangan, serta menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.

Reference: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox

You might like this